Senin, 11 November 2013

A little poem

Aku ingin selalu melihat indahnya bulan purnama berdua denganmu
Aku ingin selalu mendengar gemuruhnya air pantai disaat berjalan menyusuri dinginnya pasir putih bersamamu
Aku ingin selalu melihat warna jingga sang senja di tempat yang sama bersamamu

Mungkin rekata yang ku ukir tidak akan bisa mewakili bagaimana perasaanku sebenarnya terhadapmu

Mungkin kau juga tidak akan percaya bagaimana aku bisa melukiskan kata - kata yang lebih bagus dari biasanya

Mungkin juga kau bertanya - tanya mengapa aku memberikan tulisan ini kepadamu

Jangan terus bercuap bahwa kau tidak pantas untukku
Jangan terus berpikir bahwa aku masih memikirkan dia yang dulu dan membandingkannya denganmu
Jangan terus membuatku harus menjawab semua pertanyaan yang tak ingin aku jawab dari semua yang kau tanya

Aku menyayangimu dengan semua kekuranganmu
Aku menyayangimu dengan semua kondisimu

Menulis seperti ini saja rasanya aku ingin langsung berlari ke arahmu
Memelukmu dengan sangat erat
Dan menangis dipelukanmu

Mungkin ini terlalu panjang untuk dilukiskan
Tapi aku harap kau tak akan bosan membaca semuanya

Aku ingin selalu ada untukmu dalam kondisi apapun
Aku ingin selalu bersamamu melihat indahnya senja di tempat yang sama

Mungkin saat kau membaca tulisan busuk ini
Aku sudah tertidur bersama semua mimpi yang merasuk di malam ini

Maaf jika berlebihan menggambarkan semua suasana ini
Tapi aku hanya ingin kau mengetahui sesuatu

Aku menyayangimu dengan semua kekurangan bahkan kelebihanmu, sayang

Jika kau ingin tau
Aku menulis ini dengan sepenuh hati
Sampai - sampai mataku memanas dan mengeluarkan kristal beningnya

Selamat malam, Kapten!
Semoga tidurmu nyenyak dan selamat bertemu denganku di mimpi yang merasukimu dimalam ini!





Nahdya♥̸̨

Jumat, 27 September 2013

U part 2

Dirimu memang tak lagi disana. dan memang tak lagi menunggu. dan memang kini aku pun tak lagi menunggumu seperti yang dulu pernah aku lakukan terhadapmu. entahlah apakah dirimu menyadari hal itu atau tidak tapi terima kasih telah memberi warna dalam hidup ku beberapa tahun belakangan ini. dirimu kini telah tergantikan oleh dirinya yang memang jauh lebih berarti dari dirimu. ia yang kini lebih menyayangi ku lebih dari yang kau lakukan dulu telah memberikan goresan indah dalam setiap hariku. ia lebih nyaman dari dirimu. ia juga lebih indah dari dirimu. aku terkadang menertawakan diriku sendiri. yang betapa bodohnya menunggu orang sepertimu untuk dijadikan bagian dalam hidupku. aku juga terkadang menertawakan diriku sendiri. yang betapa bodohnya setiap malam mengeluarkan tetesan berharga yang memang seharusnya tidak aku keluarkan untuk orang sepertimu.

Kini dirimu hanya menjadi sekelebat memori manis dalam bagian hidupku yang memang akan terus ku ingat.

Tapi, kini dirinya lah yang menjadikan hari - hari ini lebih bahagia dari biasanya. dia nyaman. dia juga tidak keras kepala sepertiku. dia baik terhadap keluargaku terutama ibu. entah bagaimana aku melukiskan setiap kesenangan yang membuncah itu dalam tulisan. bahagia itu adalah dirinya.

Mungkin dirinya kini tak tau aku menulis seperti ini untuknya, tapi mungkin suatu saat ia akan tau bagaimana rasa sayang ini begitu berlipat - lipat ganda ketika bertemu dengannya. ketika melihat matanya. ketika memeluknya. ingin rasanya aku menangis dalam pelukannya. sekali saja, agar ia tau bahwa aku menyayanginya. dan agar ia tau, bahwa ia adalah pertama yang membuat kedua dan ketiga tidak pernah ada.

Nahdya♥̸̨

Senin, 17 Desember 2012

U

Dirimu masih disana entah menunggu apa. sepi kini kian menyiksa saat ruang kosong itu hadir kembali. dimana kau telah seperti mengasingkan diri dari ku. indahnya kenangan saat ruang itu penuh tak akan ku lupa. air mata ini adalah tetes kebahagiaan atas dirimu. yang telah memberiku banyak tentang indahnya dirimu. maupun diriku. setiap gores indah wajahmu, setiap rekata yang tertulis di pikiranmu, setiap kenyamanan yang ku lihat dari setiap senyumanmu. itu hanyalah satu dari beribu keindahan dalam dirimu yang membuatku jatuh lebih dalam karenamu. apa kau juga merasakan hal yang sama terhadapku? hal yang setiap melihat dirimu. ada kilat indah disetiap ukiran wajahmu.

Jumat, 03 Agustus 2012

Ketika

Gue pernah beli buku yang diterbitin dari @Bukune judulnya itu "Ketika".

nih penampakannya
Buku ini harus jadi bacaan utama lo. bagus banget-bangetan #sip

"Hidup hanyalah abu-abu sebelum aku bertemu denganmu. Aku lupa cara mengeja tawa, dan aku lupa bagaimana cara berharap. Juga lupa bagaimana cara mencinta.

Ketika bertemu denganmu, tak kurasakan lagi ruang kosong dalam jiwaku. Bersamamu waktu terasa berjalan cepat. Masih ku ingat diantara sepoi angin pantai pada senja yang menua, ku katakan kau menyayangiku dan hatimu hanyalah untukku. Aku percaya itu...

Jika kita bisa memiliki satu hari lagi seperti ini, jika kita bisa mengulang waktu, aku akan mempertaruhkan semua cinta yang kumiliki. Aku pun akan mempertaruhkan setiap helai rasa percaya yang ada untukmu.

Namun, kini, mengapa cinta ini terasa keliru, ketika kudapati ada hati lain yang tak berbahagia karena kita bersama?"

Kamis, 05 April 2012

pieces of poem

Nemu sesuatu yang bagus banget dari blog Bang @benzbara


'Bisakah kau katakan kepadaku dengan segera apa yang lebih kejam dari sekumpulan kenangan?' -Bisakah Kau Jelaskan


''Seingatku dulu matamu menyimpan matahari mengapa sekarang kau enggan melihatku lagi?' -Seingatku Kita Pernah


'Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Seperti embun hinggap di tepian daun dan tanah yang sabar menyambutnya jatuh.' -Aku Ingin Mencintaimu dan Melupakanmu dengan Sederhana


'Aku ingin melupakanmu dengan sederhana. Sesederhana air mata yang mengalir. Sesederhana genggam tangan yang terlepas .' -Aku Ingin Mencintaimu dan Melupakanmu dengan Sederhana


'Aku mengingat engkau sesekali, mengingatmu seperti sepi langit malam dan jalan yang basah oleh kenangan.' -Aku Mengingat Engkau Sesekali

--------------------------------------

Tak Mungkin dengan Sederhana

'Tak mungkin ku mencintamu dengan sederhana. Terlalu banyak misteri tersimpan dalam setetes embun pagi. Kau lihat?

Tak mungkin ku mencintamu dengan sederhana. Angin tak pernah bersepakat untuk membawa suaramu ke sini. Kau tahu?

Tak mungkin ku mencintamu dengan sederhana. Terlalu dalam rahasia tersimpan di dasar ingatan. Ingatanku. Ingatanmu.

Tak mungkin ku mencintaimu dengan sederhana. Rindu itu rumit. Serumit rekata menggambar wajah masa lalu. Tentangmu. Tentang aku.

Tak mungkin ku mencintaimu dengan sederhana. Tidak sesederhana caramu mencintainya. Cintamu. Luka itu.'

--------------------------------------

'Pernahkah kau menyimak hening pagi yang perawan, tanpa luka, tanpa noda dan balutan perban datang menghampiri kau yang terduduk sendiri di dingin beranda rumah tengah menunggu entah, lalu memelukmu hati-hati seakan kau seonggok pasir atau segumpal debu. 
Aku tak ingin bilang bahwa bekas dipinggulmu itu adalah tanganku, tapi pernahkah kau merasakan pelukannya, untuk sekali dan sejenak saja?' -Pernahkah